Peristiwa - Daerah
Memeras Kepala Desa, Ketua LSM Ilham Nusantara Diamankan Polisi
14-09-2018 - 14:22 | Views: 6.19k
CA (celana oranye), Ketua LSM Ilham Nusantara, dikawal petugas setelah menjalani pemeriksaan di Unit II Mapolres Lamongan, Jumat, (14/9/2018). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia).
CA (celana oranye), Ketua LSM Ilham Nusantara, dikawal petugas setelah menjalani pemeriksaan di Unit II Mapolres Lamongan, Jumat, (14/9/2018). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia).

TIMESJATIM, LAMONGAN – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Ilham Nusantara, diamankan petugas Kepolisian Resort (Polres) Lamongan karena diduga melakukan tindak pemerasan ke sejumlah kepala desa di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim).

Sebelum diamankan, Ketua LSM Ilham Nusantara, berinisial CA (41), warga Panceng, Kabupaten Gresik ini sempat masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) polisi selama beberapa bulan.

"CA ini sebenarnya sudah lama masuk DPO polisi, sejak kasus ini muncul, yaitu sekitar Desember 2017, ketika 2 anggota LSM ini diamankan karena melakukan pemerasan ke kades di Lamongan," tutur AKP Wahyu Norman Hidayat, Kasatreskrim Polres Lamongan, Jumat, (14/9/2018).

Norman menyebutkan, CA ini merupakan otak utama pemerasan dengan mendatangi desa-desa para kades di Lamongan, yang sedang melakukan pembangunan proyek fisik dan mengancam akan melaporkan kades ke petugas keamanan karena proyeknya menyalahi aturan.

"Mereka mengecek pekerjaan proyek di desa-desa, yang seharusnya LSM hanya memantau dan melaporkan ke yang berwenang, tapi mereka ini berhubungan langsung dengan Kepala Desa," ujarnya.

Selanjutnya Ketua dan anggota LSM Ilham Nusantara ini, meminta imbalan uang hingga Rp. 25 juta agar para kades ini tidak dilaporkan ke polisi dan Kejaksaan.

"Data dari CA inilah yang kemudian para anggota LSM ini mendatangi para kades dan melakukan pemerasan," kata Norman.

Norman menambahkan, penangkapan terhadap Ketua LSM ini terjadi saat pelaku sedang berada di jalan dan akan melakukan aksinya ke salah satu kades di Lamongan.

Norman menyebut, penangkapan CA juga sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara polisi dan tersangka. "Selain mengamankan pelaku, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa motor yang dipakai korban," ucapnya.

Pelaku CA, lanjut Norman, akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

"Kami juga masih mengembangkan kasus ini, karena dimungkinkan masih banyak korban yang berhasil diperdaya oleh pelaku," tuturnya.(*)

Pewarta
: MFA Rohmatillah
Editor
: Wahyu Nurdiyanto
Publisher
: Rochmat Shobirin