Peristiwa
Dinilai Nyandet, Penanganan Kasus Gratifikasi CPNS Tahun 2015 oleh Polres Jember Dipertanyakan
14-09-2018 - 18:23 | Views: 891
Bambang Irawan. (ist)
Bambang Irawan. (ist)

TIMESJATIM, JEMBER – Penanganan kasus gratifikasi pada rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Jember oleh Polres Jember pada 2015 silam mulai dipertanyakan masyarakat. Pasalnya, kasus yang melibatkan duit sekitar Rp600 juta itu hingga kini belum juga dilimpahkan ke pengadilan alias belum jelas.

Salah satu yang mempertanyakannya yakni aktivis anti-korupsi di Jember, Jawa Timur, Bambang Irawan. Kepada awak media, Jumat (14/9/2018), Bambang mengatakan bahwa kasus tersebut terkesan terhenti di tengah jalan saat tahap penyidikannya.

Padahal, Polres Jember telah menyita barang bukti dan telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus yang sempat membikin heboh warga Jember itu.

"Barang buktinya ada, uang Rp600 juta dan dua saksi dari Dinas Kesehatan Jember dan BKD (Badan Kepegawaian Daerah)," kata Bambang.

Karena hal itu juga, pada 14 Juli 2018 lalu Bambang menyurati Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) untuk menyampaikan keluhannya terkait penanganan kasus tersebut oleh Polres Jember.

Terkait surat tersebut, Kompolnas telah melakukan audiensi dan menyurati Kapolda Jawa Timur untuk mendapatkan klarifikasi.

"Padahal OTT adalah prestasi prestisius. Masyarakat tahu, media juga meliput saat itu. Tapi kenapa kok ending-nya jadi nggak jelas?" tandasnya.

Dia berharap, penanganan kasus OTT pada 2015 lalu itu mendapat perlakuan sama dengan kasus OTT terhadap dua PNS Dispendik Jember yabg terjadi baru-baru ini.

"Saya apresiasi kepada Kapolres Jember Kusworo yang melakukan OTT sampai menggeledah kantor Dispendik Jember. Dan memang seharusnya seperti itu," ujar dia.

Selain itu, Bambang juga menuntut agar Polres Jember agar transparan dalam penanganan kasus gratifikasi CPNS tahun 2015 tersebut. "Kalau mau menegakkan supremasi huku, hukum harus jelas. Maling ayam langsung dihakimi, tapi kalau melibatkan pejabat jadi nggak jelas," imbuh Bambang. (*)

Editor
: Widodo Irianto
Publisher
: Rizal Dani