TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Anggota Kelurahan Siaga Pertanyakan Transparansi Kelurahan Naikolan

14/01/2020 - 23:25 | Views: 2.72k
Lurah Naikolan, Nur Melkisedek Tarsap, S. Sos (Foto: Yohanis Tkikhau/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, KUPANG – Seorang anggota kelurahan siaga di kelurahan Naikolan, Elisabet Rewo, mempertanyakan sikap dari Lurah Naikolan yang dinilai secara sepihak mengganti pengurus kelurahan siaga. 

Menurut Elisabet, Lurah Naikolan, Nur Melkisedek Tarsap, S. Sos telah sewenang-wenang menggunakan jabatannya untuk memberhentikan dirinya bersama 7 orang anggota lainnya. 

Hal tersebut diungkapkan diakhir musyawarah pembangunan infrastruktur dana kelurahan yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Naikolan, Selasa (14/1/2020). 

Dihadapan para ketua RT dan RW, Elisabet meminta pertanggung jawaban dari Lurah yang melakukan pergantian  pengurus tanpa menghadirkan pengurus lama. 

"Saat pemilihan kita duduk sama-sama, lalu pergantian kami tidak diberitahu," ungkap Elisabet menanyakan sikap Lurah Naikolan. 

Ia juga mempertanyakan dana kelurahan siaga tahun 2019 yang sampai saat ini belum dicairkan namun sudah ada pergantian pengurus. 

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa ada orang yang menginstruksikan agar proses pergantian tersebut dilakukan secara tertutup tanpa mengundang pengurus lama yang akan  diganti. 

Menanggapi hal tersebut, Lurah Naikolan Nur Melkisedek Tarsap, S. Sos mengatakan bahwa pergantian itu dilakukan agar dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat lainnya untuk bisa berpartisipasi juga. 

"Kita lakukan pergantian supaya pengkaderan terus berlanjut," ujar Tarsap. 

Ungkapan tersebut langsung dijawab oleh Elisabet bahwa dirinya sepakat untuk adanya pengkaderan namun mekanisme dalam pergantian pengurus itu yang perlu diperhatikan. 

Mendengar hal tersebut, Tarsap sempat naik pitam dan mengusir Elisabet untuk keluar dari ruangan musyawarah. Ia mengatakan bahwa dirinya punya wewenang dalam mengangkat pengurus. "Saya punya hak untuk ganti. Karena saya yang keluarkan SK," tegas Tarsap. 

Musyawarah pun diakhiri. Saat ditemui diruang kerjanya, Tarsap menyampaikan bahwa proses pergantian tersebut merupakan inisiatif dari badan pengurus inti kelurahan siaga. 

"Itu usulan dari pengurus inti. Dari ketua yang meminta untuk dilakukan pergantian karena pengurus lama termasuk Ibu Elisabet tidak melakukan tugasnya," ucapnya. 

Ia menambahkan bahwa pengurus yang baru lebih banyak melibatkan anak-anak muda, karena para pengurus lama banyak yang merangkap jabatan, misalnya Ibu Elisabet yang juga adalah pengurus PKK. Hal itu menjadi salah satu alasan perlu dilakukan pergantian agar memberikan kesempatan kepada masyarakat lainnya. 

"Saya juga dapat undangan, karena pergantian ini inisiatif dari pengurus sendiri. Dan memang perlu pergantian agar bisa memberi kesempatan kepada masyarakat lainnya dan kegiatan  bisa berjalan," ujarnya. 

Terkait dana, Tarsap menyampaikan bahwa itu akan dipertanggung jawabkan oleh pengurus kelurahan siaga bukan diberikan kepada dirinya. 

Membenarkan hal tersebut, Sekretaris kelurahan siaga Victor Nara Alu menyampaikan bahwa dirinya yang mengeluarkan undangan. Dan ia juga menepis isu yang menyebutkan bahwa pergantian tersebut sengaja dirahasiakan. 

"Tidak ada yang sembunyi, karena saya sendiri yang buat undangan," tegas Victor. 

Elisabet yang dihubungi kembali menegaskan bahwa sebagai anggota kelurahan siaga dirinya tidak mendapatkan undangan dari Kelurahan Naikolan. Dan ia menduga bahwa ada semacam kongkalikong dalam pergantian tersebut. "Saya tidak dapat undangan. Kami hanya butuh transparansi dan juga SK pemberhentian bagi kami anggota yang diganti," tutupnya. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Yohanis Tkikhau (MG-213)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Indonesia
Copyright © 2020 TIMES Jatim
Top

search Search