TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Jamin Ketersediaan Pasar, Bulog Jalin Kerja Sama dengan Gapoktan Sejahtera

08/11/2018 - 22:39 | Views: 3.54k
Kepala Bulog Subdivre Jember Wiwin Indratno (kanan) berjabat tangan dengan Ketua Gapoktan Sejahtera Ashari Muzaki usai menandatangani MoU di Sumberjambe, Jember, Kamis (8/11/2018). (FOTO: Dody Bayu Prasetyo/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, JEMBER – Perum Bulog Subdivre Jember menjalin kerja sama dengan sejumlah kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Sejahtera. Kerja sama tersebut meliputi sejumlah hal di antaranya pemasokan bahan baku dari petani kepada Bulog, pembelian hasil panen gabah oleh Bulog, penetapan harga gabah, hingga pemberian jaminan asuransi pertanian kepada para petani.

Kerja sama tersebut dipertegas dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua pihak di Sekretariat Gapoktan Sejahtera di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, Jember, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018).

Kepala Bulog Divre Jawa Timur Muhammad Hasyim mengatakan bahwa kerja sama tersebut memiliki beberapa tujuan. Di antaranya yakni menjamin ketersediaan pasar yang siap menyerap gabah dari petani.

"Bulog akan menjadi off taker. Bulog akan membeli gabah dari petani," kata Hasyim kepada sejumlah awak media di lokasi acara.

Kendati demikian, Hasyim menerangkan bahwa kerja sama tersebut tidak lantas membuat para petani yang tergabung dalam Gapoktan Sejahtera wajib menjual gabah mereka kepada perusahaan plat merah tersebut.

Dia menerangkan bahwa petani bebas untuk menjual gabah mereka kepada siapapun. "Silahkan jika ingin menjual dengan harga pasar atau kepada Bulog dengan harga yang ditetapkan Inpres (Inpres 5/2015, Red)," ujarnya.

Terkait harga tersebut, dia menjelaskan bahwa pihaknya akan berupaya membuat sebuah kesepakatan dengan petani. Mengingat harga harga gabah dan beras yang diberikan Bulog berdasarkan Inpres 5/2015 kerap lebih rendah daripada harga pasar.

"Soal itu akan kami bicarakan kepada petani. Yang jelas kami tidak ingin merugikan petani dan ingin ada win-win solution," ujarnya.

Selain itu, Hasyim juga mengatakan bahwa kerja sama yang diteken itu untuk memenuhi pasokan bahan baku, khususnya untuk Bulog Subdivre Jember.

Bahan baku tersebut, lanjutnya, digunakan untuk mengoperasionalkan Rice Milling Plant (RMP) yang saat ini tengah dibangun di Desa Jambe Arum, Balung, Jember. Rencananya, RMP tersebut akan mulai beroperasi penuh mulai tahun depan.

"Stok gabah dari petani ini nanti buat dikirim ke RMP untuk digiling," ujarnya.

Hasyim juga menambahkan, kerja sama yang ditandatangani pihaknya dengan Gapoktan Sejahtera meliputi 259 hektare lahan di Jember. "Target Bulog di Jawa Timur 5.000 hingga 10.000 hektare atau lebih. Di Jember saat ini 259 hektare dan akan terus diperluas di kecamatan lain. Sebelumnya program ini juga ada di Bondowoso dengan 250 hektare," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Sejahtera Ashari Muzaki mengaku antusias dengan kerja sama tersebut. Namun, dia meminta pihak Bulog memperhatikan keluhan petani soal rendahnya harga beli gabah petani yang dipatok Bulog.

"Selama ini ada keluhan soal kesenjangan harga. Mesti harga Bulog lebih rendah daripada harga umum," ujar Ashari.

Dia berharap, Bulog dapat melakukan standarisasi harga agar petani tidak merasa buntung saat menjual gabah atau berasnya kepada Bulog. "Ubtuk tahun-tahun ke depan kami sebagai kelompok tani bisa menyamakan harga," harapnya.

Penandatanganan MoU antara Perum Bulog Subdivre Jember dengan Gapoktan Sejahtera tersebut juga disaksikan pihak Jasindo, BNI, dan Kodim 0824 Jember. (*)

Jurnalis : Dody Bayu Prasetyo
Editor : Dody Bayu Prasetyo
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jember
Copyright © 2018 TIMES Jatim
Top

search Search