TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Bayi Ahmad Husein Harus Operasi Lagi 

12/01/2019 - 16:16 | Views: 1.93k
Kondis bayi Ahmad Husein, yang lahir tanpa anus. (FOTO: Happy L. Tuansyah/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, PROBOLINGGO – Selain hanya bisa pasrah menerima keadaan, pasutri Samsul Arifin dan Suratiningsih kini hanya menunggu waktu. Lantaran pihak rumah sakit mengharuskan Ahmad Husein, bayi yang lahir tanpa anus, operasi lagi. Kali ini, untuk membuat lubang anus permanen, di lokasi yang seharusnya.

Operasi itu sendiri, diperkirakan memakan biaya yang tidak sedikit. Walau sudah terbantu dengan BPJS dari pemerintah, lokasi operasi yang berada di Surabaya, membuat keluarga kecil itu harus merogoh kocek dalam.

Dijelaskan Suratiningsih, operasi pembuatan saluran anus permanen itu, menunggu bayinya berbobot 10 kilogram. “Paling lama ya menunggu satu tahun. Jika kondisinya sudah siap (bobot 10 kg), sebelum itu, atau berusia enam bulan, bisa di operasi,” ujarnya, Sabtu (12/9/2019).

BACA JUGA: Bayi Tanpa Anus di Probolinggo Butuh Bantuan

Pihak keluarga pun kebingungan, untuk mempersiapkan biayanya. Yang bisa saja mencapai sampai belasan juta rupiah.

Sejauh ini, perawatan bayi malang itu dilakukan di rumah. Pasca operasi pertama, pembuatan saluran anus sementara di bagian perut bayi. Perkembangan bayi pun, tidak terlalu baik. Bayi sering rewel, serta batuk. Lantaran ada sisa air ketuban di bagian tenggorokannya.

Sebelumnya, saat mengandung, Suratiningsih menyebut tidak ada masalah berarti. Saat melahirkan, pihak rumah sakit mengharuskan operasi caesar. Lantaran air ketuban sudah pecah terlebih dahulu. Usia kehamilan saat itupun, sudah mencukupi, yakni 9 bulan.

“Seharusnya ada popok khusus untuk saluran pembuangan saat ini. Tapi harganya mahal, lima puluh ribu perbijinya, kami tidak punya cukup uang untuk itu. Akhirnya kami ganti dengan popok kain biasa,” terang Suratiningsih.

Untuk asupan gizi sehari–hari, bayi Ahmad Husein hanya mengkonsumsi susu formula. Sebab asi dari ibunya, tidak mau. Pihak keluarga, kini hanya bisa pasrah, menerima keadaan sang bayi. Sembari menunggu dermawan, untuk membantu biaya operasi bayi tanpa anus tersebut. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Probolinggo
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search