TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Ini Daerah Terdampak Aktivitas Vulkanik Gunung Karangetang

11/02/2019 - 18:54 | Views: 15.84k
Lelehan lava Gunung Karangetang (FOTO: BNPB)

TIMESJATIM, JAKARTA – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan rekomendasi zona perkiraan bahaya yang meliputi radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah Dua (utara) dan kawah Utama (selatan) Gunung Karangetang, Pulau Siau, Sulawesi Utara. 

"Zona berbahaya juga mencakup sektoral dari puncak ke arah Barat – Barat Laut sejauh 3 kilometer dan ke arah Barat Laut – Utara sejauh 4 kilometer," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Dampak aktivitas vulkanik gunung  tersebut, kata Sutopo mencakup sekira 53 KK (190 jiwa) yang mengungsi di beberapa titik. Sejumlah 33 KK (122 jiwa) berada di Penampungan Paseng, 11 KK (39) di Sekolah GMIST Batubulan, dan 9 KK (29) di rumah-rumah kerabat. 

"Mereka merupakan penduduk yang berisko terdampak aktivitas vulkanik, yaitu di Desa Batubulan yang memiliki luas 3,96 km2. Data penduduk tercatat sekitar 159 KK (515 jiwa)," ujarnya.

Sehubungan dengan potensi dampak terhadap masyarakat, kata Sutopo, PVMBG merekomendasikan warga yang menetap di Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng dan Kampung Beba untuk dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas.

Aktivitas vulkanik juga berdampak pada kerusakan materiil seperti jalan akses menuju Kampung Batubulan tertutup material vulkanik hingga ketinggian 50 meter dengan luasan 300 m2. 

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro juga melaporkan 2 unit jembatan kampung tersebut rusak berat," kata Sutopo.

Pemerintah daerah setempat dan unsur terkait lain, seperti TNI, Polri, sukarelawan telah melakukan upaya penanganan darurat. Evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar disediakan oleh pemerintah kepada para penyintas. 

"BNPB turut mendukung penguatan pos komando dalam penanganan darurat," ujarnya.

Berdasarkan pemantauan PVMBG, kata Sutopo, sungai-sungai yang berpotensi menjadi jalur aliran lava dan guguran dari Kawah Dua antara lain Sungai Melebuhe, Batuare, Batukole, Saboang, Niambangeng, Sumpihi, Kiawang, Kinal dan kawahang. 

"Awan panas guguran maupun aliran lava saat ini masih mengarah ke Sungai Melebuhe, namun berpotensi untuk berubah menuju ke Kali Batukore dan Batuare, serta Saboang. Volume material vulkanik dapat berpotensi menjadi lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di Kawah Dua dan Kawah Utama," kata Sutopo.

Menghadapi aktivitas vulkanik yang masih terus berlangsung, kata  Sutopo, PVMBG juga merekomendasikan kepada warga untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernafasan jika terjadi hujan abu.

Gunung Karangetang yang berjarak 146 km dari Kota Manado ini berstatus level III (Siaga) sejak 20 Desember 2018 lalu. PVMBG melaporkan bahwa hingga kini kegempaan (vulkanik) masih fluktuasi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Yayat R Cipasang
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search