TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

[Inspiratif] Emak-Emak di Ngawi Halau Nyamuk dengan Limbah Botol

11/02/2019 - 19:36 | Views: 16.46k
Petugas Puskesmas menerangkan cara membuat ovitrap kepada ibu-ibu Desa Mantingan. (FOTO: Ardian Febri/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, NGAWI – Apa yang dilakukan emak-emak di Ngawi, Jatim, ini patut ditiru. Kaum ibu-ibu itu menjawab keresahan warga akan bahaya penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Ngawi. Mereka memanfaatkan limbah botol air mineral untuk menjebak dan bunuh nyamuk demam berdarah tanpa harus mengeluarkan banyak biaya. 

Seperti yang dilakukan oleh ibu rumah tangga Desa Ngrancang, Kecamatan Mantingan, Ngawi. Mereka mengikuti kegiatan yang dilaksanakan puskesmas setempat dalam membuat jebakan nyamuk.

Diungkapkan Rindi Aditya, petugas kesehatan Puskesmas Mantingan bahwa membuat jebakan nyamuk ini sebagai bentuk usaha pencegahan sekaligus menyadarkan bila memberantas nyamuk tidak hanya dengan fogging.

“Kita memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk bisa mencegah penyebaran nyamuk demam berdarah secara mandiri dan tidak ketergantungan dengan fogging,” jelasnya.

Cara membuatnya cukup sederhana sebagai langkah awal menyiapkan botol bekas mineral, gula merah dan ragi. Pertama membuat larutan gula merah dengan air panas, sambil menunggu dingin larutan. Botol mineral yang telah disiapkan dipotong menjadi dua bagian, kemudian kepala botol ditutupkan terbalik ke dalam sisa potongan botol. 

Barulah larutan gula merah dimasukkan ke dalam botol dicampur dengan ragi untuk memancing nyamuk demam berdarah dengue. Nyamuk yang bertelur di dalamnya akan terjebak tidak bisa keluar. Sebelum di taruh di tempat yang gelap tutup bagian yang terpotong dengan isolasi. 

“Jebakan nyamuk atau ovitrap ini disiapkan di tempat yang gelap atau sudut ruangan dimana menjadi kebiasaan nyamuk bersembunyi, jebakan ini untuk membunuh nyamuk dewasa bukan jentiknya,” tegasnya.

Sementara, Sumiatun salah satu ibu rumah tangga mengaku senang dengan alternatif ini, cara membuatnya mudah dan tidak perlu membeli. “Mudah sekali membuatnya dan semoga cara ini berhasil  karena saya punya anak kecil di rumah," jelasnya. 

Nyamuk-nyamuk yang masuk, terjebak ke dalam botol tidak dapat keluar lagi dan mati. Teknik akan terus digalakkan hingga ke desa lain di kecamatan Mantingan. Pasalnya, dalam 3 bulan terakhir yakni November, Desember dan Januari 2019 sedikitnya 13 kasus DBD di kecamatan Mantingan. 

Kegiatan emak-emak menghalau nyamuk dengan limbah botol sekaligus tindak lanjut dari kegiatan pemberantasan nyamuk masal, penyebab DBD di Kabupaten Ngawi. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Ardian Febri TH (MG-159)
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Madiun
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search