TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Ratusan Santri Nurut Taqwa Bondowoso Gelar Istighasah untuk Pemilu Damai

15/04/2019 - 21:38 | Views: 1.18k
Tampak para santri Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso mengikuti istighasah untuk Pemilu Damai, yang dipimpin langsung oleh Pengasuh KH Ahmad Maksum Zainulloh (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, BONDOWOSO – Memasuki hari tenang jelang pelaksnanaan Pemilu 2019, ratusan santri Pondok Pesantren Nurut Taqwa, Desa Grujugan Kecamatan Cermee, Bondowoso Jawa Timur, menggelar istighasah, agar tercipta Pemilu Damai, pada 17 April besok. 

Istighasah itu, diinisiasi dan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurut Taqwa, KH Ahmad Maksum Zainulloh, bersama dengan kurang lebih 900 santri, dan dihadiri beberapa warga sekitar, Senin (15/4/2019) malam.

Dalam kesempatan itu, juga diadakan pembacaan tahlil dan yasin, untuk para tokoh Nasional Indonesia. Khususnya pahlawan muslim, misalnya KHR As’ad Syamsul Arifin, KH Hasyim Asy’asri, dan sebagainya.

santri-Pondok-Pesantren-Nurut-Taqwa-Bondowoso-a.jpg

Mewakili KH Ahmad Maksum Zainulloh, KH Nawawi Maksum mengatakan, doa bersama ini, untuk meminta kepada Allah, agar Pemilu Tanggal 17 April besok berjalan lancar, dan damai.

“Dan meminta kepada Allah, agar memberikan pemimpin kepada kita, pemimpin yang takut kepada Allah, dan cinta kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Kegiatan itu, juga dalam rangka deklarasi no golput, sekaligus untuk merespon gelagat-gelagat di media sosial yang tambah memanas. Sehingga, Muncul inisiatif untuk berdoa bersama, agar Pemilu Tanggal 17 April ini berjalan damai, lancar,  tidak ada masalah.

“Saya mewakili pengasuh, mengimbau, utamanya kepada santri yang sudah memiliki hak, agar datang ke TPS untuk memilih pemimpin,” imbaunya.

Tak hanya itu, KH Nawawi mengajak alumni dan simpatisan Ponpes Nurut Taqwa, agar datang ke TPS masing-masing untuk menggunakan hak suaranya.

Dimana, jelas dia, lima menit di bilik suara nanti, akan sangat berguna untuk lima tahun yang akan datang.

“Dan kita mengecam keras, siapapun itu, baik dari alumni, simpatisan, apalagi santri ketika tidak menggunakan hak pilihnya,” tegas dia.

Pihakya juga mengimbau kepada alumni, santri dan simpatisan, agar tidak menggunakan cara-cara tak terpuji, karena Ponpes Nurut Taqwa menginginkan Pemilu yang baik, Pemilu yang bebas dari pelanggaran, baik struktural maupun kultural.

Kultural misalnya, sambung dia, ke TPS harus menggunakan berperikaku sopan, berpakaian yang baik dan bagus. Itu aturan yang tidak tertera dalam tulisan-tulisan.

“Apalagi berkaitan dengan hal money politic. Kalaupun ada, dipastikan itu bukan dari santri, alumni maupun simpatisan kami,” paparnya pada TIMES Indonesia.

Pantauan di lapangan, tampak dengan pakai putih khas pesantren, ratusan santri Pondok Pesantren Nurut Taqwa Bondowoso Jawa Timur itu, khidmat mengikuti istighasah Pemilu Damai, saat memasuki hari tenang Pemilu 2019 ini. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Bondowoso
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search