TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Berita

Indonesia Channel 2019, Retno Marsudi Ajak Mahasiswa Asing Jadi Agen Perdamaian

14/08/2019 - 09:04 | Views: 7.29k
Penampilan Peserta BSBI dalam Indonesia Channel 2019 di Taman Blambangan, Banyuwangi. (FOTO: Roghib Mabrur/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, BANYUWANGI – Ajang Indonesia Channel 2019 yang di gelar di Taman Blambangan, Banyuwangi tanggal 13 Agustus 2019 kemarin membuat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi takjub. Penampilan dan kesungguhan para peserta program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dalam menampilkan berbagai tari dan musik khas Indonesia membuat Retno kagum.

Bertajuk "Mosaic of Indonesia", berbagai jenis tarian khas yang ada di Indonesia tumplek jadi satu di kota bersemboyan the sunrise of java tersebut. Retno Marsudi berharap agar para mahasiswa asing tersebut dapat membawa pulang ilmu mengenai toleransi, pluralisme, nilai-nilai persahabatan dan juga diharapkan menjadi agen perdamaian bagi negaranya masing-masing.

"Melalui program ini, kami ingin terhubung, membuat ikatan, dan membangun jaringan Friends of Indonesia, yang disatukan oleh kecintaan pada seni dan budaya dan semangat kita dalam mempromosikan perdamaian, toleransi dan harmoni," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membuka perhelatan tersebut semalam. 

Penampilan-Peserta-BSBI-2.jpg

Retno menuturkan jika tahun ini memang digelar di Banyuwangi, lantaran keberagaman seni dan budaya yang ada di Banyuwangi selalu konsisten mempertahankan kearifan lokalnya dengan baik dan penuh pembangunan inovasi, yang mana mewakili kekayaan kebudayaan yang dimiliki Indonesia.

"Saya sudah dari sejak lama ingin ke Banyuwangi, akhirnya sekarang saya kesampaian juga, Banyuwangi adalah contoh mosaik kemajemukan budaya di Indonesia," ucap Retno Marsudi, Rabu (14/08/2019).

Tari gandrung yang dibawakan 12 peserta BSBI yang belajar di Banyuwangi menjadi penampil yang cukup meriah. Begitu pula saat penampilan tari barong, tari topeng, hingga tari piring khas Sumatera Barat juga mendapat apresiasi yang tak kalah meriahnya. Mereka tampak luwes saat membawakan tari dan musik, layaknya primbumi yang fasih dalam memamainkannya.

Penampilan-Peserta-BSBI-3.jpg

Mahakarya yang disajikan peserta BSBI ini mendapat aplaus dari ribuan penonton sepanjang pertunjukan. Para peserta BSBI yang terlibat mengaku sangat senang mengikuti program yang digelar Kementerian Luar Negeri tersebut. 

"Kami sangat senang bisa belajar tari dan musik Indonesia, selama tiga bulan kami berada di daerah Sumatera Barat," ungkap Joke dari Thailand, bersama 12 rekannya yang lain ia belajar seni budaya Sumatera Barat yang bertempat di Padang. 

Hal senada juga dilakukan oleh para peserta BSBI yang lain. Dari 72 peserta, mereka terbagi di enam lokasi yang berbeda. Selain di Banyuwangi dan Padang, mereka juga belajar di Bali, Yogyakarta, Kutai Kertanegara dan Makassar.

Penampilan-Peserta-BSBI-4.jpg

"Saya sedih, saya tidak mau kembali ke negara saya, karena saya ingin berlama-lama disini, tetapi saya sangat senang saya dapat belajar budaya Indonesia," ucap Asya dari Azerbaijan yang belajar budaya Toraja ditempatkan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas merasa tersanjung bisa menjadi salah satu tuan rumah peserta BSBI, sekaligus menjadi tempat pelaksanaan Indonesia Channel 2019

"Saya kagum dengan penampilan mereka, sungguh luar biasa perjuangan mereka latihan dari pagi hingga malam untuk menampilkan karya terbaiknya, Terima kasih Bu Menteri yang telah mempercayakan Banyuwangi. Jika biasanya hanya ditempatkan di kota-kota besar yang telah mapan seni budayanya, namun berkat kepercayaan Bu Menteri, Banyuwangi sebagai kota yang sedang tumbuh ini pun bisa merasakan peluang yang sama," urai Anas.

Penampilan-Peserta-BSBI-5.jpg

Selama tiga bulan peserta BSBI tinggal bersama masyarakat lokal, mereka diajarkan nilai-nilai toleransi dan perdamaian. Program BSBI ini telah dilaksanakan sejak tahun 2003 memiliki 920 alumni dari 77 negara. Alumni tersebut menjadi Duta Indonesia yang turut mempromosikan Indonesia di negara asalnya. Tahun ini, Indonesia menambah alumni dari 3 negara baru, yaitu Gambia, Portugal, dan Kolombia.

Sejumlah aktivitas alumni BSBI bersama Perwakilan RI kerap berpartisipasi dalam ragam program seni budaya dan ekonomi di negara asal. Mereka banyak juga secara mandiri menjadi guru tari/ koreografer tari nusantara di luar negeri, menyelenggarakan pameran lukisan foto, promosi gastronomi.

Mereka juga membuat ikatan persahabatan Indonesia dengan negara asal, mendirikan pusat budaya Indonesia, menulis buku tentang Indonesia serta menciptakan lagu dan video klip untuk media sosial. Jejak rekam aktivitas para alumni dapat diakses melalui media sosial seperti Facebook dan Youtube berdasarkan kata kunci Indonesia Arts and Culture Scholarship (IACS). (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Roghib Mabrur
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki
Sumber : TIMES Banyuwangi
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search