TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Ekonomi

Terkait BPNT, Ini Plus Minus di Mata Petani Bondowoso

12/01/2019 - 16:20 | Views: 6.85k
ILUSTRASI: (FOTO: Antara)

TIMESJATIM, BONDOWOSO – Adalah Syaiful, salah seorang petani di Kabupaten Bondowoso. Dia berkomentar tentang BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Menurutnya, tujuan program ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dan pra sejahtera yang ada di Indonesia, termasuk di Bondowoso

Ia mengaku, program tersebut memiliki manfaat dalam meningkatkan ketahanan pangan di masyarakat sebagai bagian dari perlindungan sosial.

“Manfaat lain yang diperoleh dari program BPNT ini adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi di daerah, terutama usaha mikro di bidang perdagangan, serta dapat membuka akses kemandirian bagi para petani di daerah,” katanya.

Sebagai petani, ia melihat sisi baik dari program BPNT ini, termasuk salah satunya keuangan di daerah bisa lebih merata.

Namun demikian, kata dia, dengan program yang baik itu, petani tidak diberi kesempatan untuk membantu pemerintah dalam menyediakan bahan pangan berupa beras secara mandiri dalam rangka meningkatkan pendapatan petani di daerah.

Ia menegaskan bahwa fakta didapati di beberapa daerah, bank penyalur yang seharusnya memiliki tugas sebagai penyalur dana justru mengambil alih tugas dari agen penyalur, yang semestinya menjadi mitra petani dan peternak di daerah untuk menyediakan bahan pangan program tersebut.

“Kejadian ini sangat bertentangan dengan prinsip utama BPNT. Program BPNT seharusnya mendorong usaha eceran rakyat, memperoleh pelanggan dan peningkatan penghasilan, serta dapat memberikan jasa keuangan kepada usaha eceran rakyat dan penerima bantuan,” tegasnya.

Saiful juga menjelaskan, seharusnya bank penyalur hanya bertugas menyalurkan dana ke rekening penerima bantuan, bukan bertugas sebagai penyalur bahan pangan kepada penerima bantuan, termasuk melakukan pemesanan bahan pangan.

Ia berharap dengan adanya program ini, petani dapat belajar mandiri untuk meningkatkan kemampuan dalam menyediakan bahan pangan berupa beras yang nantinya dapat dijadikan pasokan di masing-masing wilayah.

Begitu juga dengan para peternak, khususnya peternak skala mikro agar dapat belajar bagaimana menyiapkan produk terbaik sebagai bagian dari kebutuhan bahan BPNT tersebut, dengan bermitra bersama agen-agen dan e-warung yang ada di daerah masing-masing.

“Dari kejadian ini, mohon kiranya perhatian dan kebijaksanaan bagi pemerintah daerah, khusus kepada bapak presiden untuk membantu para petani dalam usaha kemandirian dan peningkatan hasil,” harapnya.

Selain itu, diharapkan pemerintah juga dapat menumpas praktik monopoli yang dilakukan oleh oknum tertentu, dalam program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Termasuk di Bondowoso, jika ada. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Moh Bahri
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Bondowoso
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search