TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Olahraga

Resmi, PSSI Putuskan Liga 1 2020 Kembali Digelar Oktober

29/06/2020 - 07:34 | Views: 18.32k
Arema FC melawan Barito Putera saat ujicoba jelang Liga 1 2020 sebelum dihentikan karena pandemi Covid-19. (Foto: Tria Adha/TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, JAKARTA – Keputusan PSSI untuk melanjutkan lagi kompetisi Liga 1 2020 dan Liga 2 pada bulan Oktober diperkuat dengan dikeluarkannya surat resmi bernomor SKEP/53/VI/2020 tentang Kelanjutan Kompetisi Dalam Keadaan Luar Biasa Tahun 2020.

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menyatakan, SKEP terbaru yang ditandatangani pada 27 Juni 2020 dan diumumkan secara resmi pada Minggu, 28 Juni 2020 diambil dengan melalui berbagai pertimbangan. 

“Kita perlu melakukan kampanye lewat sepak bola bahwa Indonesia sudah mulai beradaptasi dan belajar dengan situasi ‘New Normal’ dengan menjalankan protokol kesehatan. Lewat kompetisi sepak bola adalah kampanye yang baik bagi dunia luar,” tegasnya.

Iwan Bule, sapaan akrab Mochamad Iriawan memiliki alasan khusus bahwa kompetisi yang dilanjutkan ini memiliki kepentingan untuk masa depan Timnas Indonesia. 

“Kompetisi yang dilakukan sekarang adalah untuk kepentingan timnas ke depan, agar pemain selalu berkompetisi dan dengan sendirinya pemain tetap terasah kualitasnya,” paparnya.

Selain itu, bergulirnya kembali kompetisi juga dimaksudkan untuk kepentingan Timnas U-19 yang dipersiapkan untuk Piala Dunia U-20 2021.

“Saat mereka tidak menjalankan training centre (TC), para pemain bisa berkompetisi di klub mereka masing-masing, baik  Liga 1 dan Liga 2, karena pada umumnya mereka sudah milik klub,” terangnya.

Kalaupun berlangsung TC, umumnya pemain dipanggil TC hanya 23-30 orang. Sedangkan pemain yang tidak terpanggil TC, mereka tetap terasah lewat kompetisi di klub mereka. Iriawan menggarisbawahi, kewajiban PSSI itu harus memutar kompetisi, sebagaimana diamanatkan di kongres.

“Terkait pertanyaan bagaimana regulasi kompetisi saat pandemi covid-19, maka dari itu PSSI mengajak klub, APSSI, APPI berdiskusi buat menentukan format kompetisi dan regulasi kompetisi,” kata mantan Kapolda Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, dan Polda Metro Jaya ini.

Iriawan menyatakan, sebagai Ketua Umum PSSI, ia juga mendengar masukan pemerintah, AFC, FIFA dan masukan pihak-pihak lainnya sebelum memutuskannya bersama Exco PSSI. 

“Dengan kompetisi, pelatih timnas juga bisa mendapatkan pemain di luar list yang sudah ada, karena kompetisi yang baik bisa melahirkan pemain yang berkualitas,” paparnya.

Selain itu, kompetisi akan menggerakkan roda ekonomi seperti pemasukan hotel, transportasi, catering, dan lain-lain.  

“Apalagi pemerintah menyarankan kita hidup berdampingan dengan Covid-19 dan produktif dalam kegiatan ekonomi diiringi protokol kesehatan ketat,” tegasnya.

Kompetisi sendiri rencananya akan digulirkan pada Oktober 2020 mendatang. 

“Kompetisi Liga 1,  Liga 2, dan Liga 3  akan dimulai pada Oktober 2020 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Iriawan menambahkan, terkait hal-hal yang belum termasuk dalam Surat Keputusan ini tentang pelaksaaan Kompetisi Tahun 2020 akan diatur kemudian dalam ketentuan terpisah.

“Dengan ini saya nyatakan Surat Keputusan SKEP/53/VI/2020  mulai berlaku terhitung sejak tanggal ditetapkan,” kata Iriawan.

PSSI sendiri sebelumnya pada 27 Maret 2020 lalu  mengeluarkan keputusan untuk menghentikan kompetisi Liga 1 2020 dan Liga 2 melalui SKEP/48/III/2020 tentang penghentian kompetisi sepak bola di Indonesia terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia dalam keadaan kahar atau force majeure. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Ovan Setiawan
Editor : Irfan Anshori
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Indonesia
Copyright © 2020 TIMES Jatim
Top

search Search