TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Kopi TIMES
Opini

Timbangan Amal di Akhirat

10/02/2019 - 11:22 | Views: 45.32k
Zulfan Syahansyah (Grafis: TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, . – (Semakin seseorang memuliakan Nabi, semakin beruntunglah orang tersebut).

Allah SWT berfirman:

فأما من ثقلت موازينه. فهو في عيشة راضية. وأما من خفت موازينه. فأمه هاوية

"Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah" (QS. Al-Qari'ah: 6-9).

Ringan dan beratnya timbangan amal itu neracanya hanya kebajikan atau pahala. Pada sisi inilah Allah menghisab setiap hamba.

Karena rahmat dan kelembutan-Nya, Allah tidak melihat sisi kejelekan atau dosa hamba ketika dihisab.

Sementara syaitan, semua keinginan dan semangatnya mengarah pada kebencian dan kemurkaan pada umat manusia.

Syaitan senantiasa sibuk berusaha agar timbangan amal manusia penuh dengan kejelekan dan dosa.

Syaitan senang jika timbangan amal kejelekan manusia berat, dan susah jika ringan.

Syaitan terhijabi dari neraca kebajikan, dan itu menambah kejengkelan syaitan pada manusia.

Salah satu kekhususan neraca timbangan amal yang hanya diperuntukkan bagi umat Nabi Muhammad SAW adalah pelipatgandaan ganjaran kebajikan. Mulai dari 10 sampai 700 kelipatan, bahkan sampai tiada terhingga.

ذلك فضل الله يؤتيه من يشاء
"Itulah fadilah Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki -Nya".

Asma Allah "Syakur" (Yang Maha Berterimakasih), dan "Syukr" merupakan bentuk tambahan lainnya. 

Maka tiadalah satu kebajikan yang kita lakukan, kecuali Allah membalasnya minimal 10 kali lipat. 

Bahkan kalimat "Alhamdulillah" yang kita ucapkan, itu sudah bisa memenuhi timbangan amal kebajikan di Akhirat kelak. 

Bukan itu saja, seorang hamba bisa naik dan meninggi pada derajat di atas tingkatan kebaikan dan keburukan. Itu adalah derajat cinta. 

يحبهم ويحبونه
"Allah mencintai mereka, dan mereka pun mencintai Allah".

Pada derajat ini, tiadalah balasan bagi amal kebajikan selain cinta.

قليلا ما تشكرون
"Namun sedikit sekali dari kalian yang bersyukur".

Ayat di atas bukannya SWT menafikan kesyukuran kita, tapi lebih pada keinginan agar kita terus memperbanyak syukur.

Dan Allah SWT telah mewakilkan para malaikat rahmat dalam neraca timbangan kebajikan bagi para hamba.

Hal itu karena rahmat lebih diutamakan dari pada keadilan. Maka mereka para malaikat rahmat melipatgandakan setiap amal kebajikan hamba. 

Semua itu tidak lain adalah upaya pemuliaan pengagungan, serta Fadilah bagi Rasulullah SAW. Bukan karena sebab lain. 

Maka bertambah dan berkurangnya Fadilah tersebut bagi hamba tergantung bagaimana tingkatan kecintaan, penghormatan, dan pemuliaan seorang hamba kepad beliau SAW.

Semoga kesejahteraan senantiasa atas dirimu wahai Nabi, serta rahmat dan barokah dari Allah SWT. (*)

* Penulis adalah Zulfan Syahansyah Dosen Aswaja Pascasarjana UNIRA Malang

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia.co.id

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis :
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search