TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Gelar Program Visiting Professor, Unusa dan LPTNU Hadirkan Profesor dari Jerman

12/01/2019 - 21:54 | Views: 1.91k
Suasana Workshop dan Sharing Metode Pengajaran di Jerman (Foto: Unusa for TIMES Indonesia)

TIMESJATIM, SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya atau Unusa dan (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) LPTNU menggelar pelatihan dengan tema 'Workshop dan Sharing Metode Pengajaran di Jerman'. 

Acara yang bertempat di Kafe Fastron Lantai 3 Tower Unusa kampus B Jemursari Surabaya ini juga dihadiri tenaga pengajar,  pimpinan dan dosen Perguruan Tinggi dibawah Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur.

Prof. Dr.-ing Hendro Wicaksono, Guru Besar Jacobs University Bermen Jerman mengungkapkan, pengajaran bukan hanya menuntaskan kewajiban, namun juga harus mampu memikirkan hasil dari pembelajaran tersebut. 

“Menjadi tenaga pengajar, apalagi setingkat perguruan tinggi, kita harus memiliki Managing Skill, dimana dosen harus paham bagaimana output dari pembelajaran kita,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kelas adalah sarana mahasiswa untuk belajar, bukan sarana dosen untuk mengajar. “Sudah waktunya kita untuk ubah mindset dari yang tadinya berorientasi hanya pada konten lalu beralih lebih kepada hasil,” ucapnya, Rabu, (9/1/2019).

Antusiasme peserta pelatihan terlihat dari beberapa pertanyaan dan sharing pengalaman antar dosen setelah pemberian materi. 

Dalam sessi sharing tersebut, perwakilan dari Universitas Nahdlatul Ulama Blitar, bertanya bagaimana mekanisme project di Jerman. Dalam praktiknya, mekanisme project di Jerman jauh lebih mudah daripada di Indonesia.

Prof. Dr.-ing Hendro Wicaksono menjelaskan bahwa tersendatnya mekanisme project hanya berada pada administratif dan management waktu. 

“Di Jerman bimbingan skripsi atau tesis sudah terjadwalkan, jadi itu memudahkan kita sebagai dosen dan tidak menusahkan mahasiswa juga. Selain itu mungkin beda struktural jadi beda juga penanganan, kalau di Jerman administratifnya terbilang mudah, kalau di Indonesia agak sedikit sulit karena struktural juga, nah ini yang kemudian bisa jadi bahan evaluasi bapak-ibu sekalian,” tutup mustasyar PCINU Jerman itu.

Pengajaran harus lebih efektif dan efesien, prototipe pembelajaran jangan sampai hanya berhenti pada jurnal yang berwajah cantik yang menghiasi tiap sudut perpustakaan kampus. 

Kedatangan Prof. Dr.-ing Hendro Wicaksono diharapkan mampu memberikan sudut pandang yang berbeda dalam hal belajar mengajar di lingkup pendidikan tinggi. 

"Kegiatan ini merupakan rangkaian Program Visiting Professor yang dibiayai oleh GIZ Jerman," kata sekretaris LPTNU Jatim Yusuf Amrozi. 

Unusa yang berkolaborasi dengan LPTNU menggelar program ini selama tiga pekan. Setelah wellcoming party, secara berturut turut juga digelar worskhop tentang penguatan kelembagaan PTNU, Integrasi Pembelajaran dan Penelitian, Klinik Jurnal dan Publikasi Internasional. Rangkaian program ditutup dengan FDH bertajuk 'Strategi Studi dan Meraih Beasiswa di Jerman'.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis :
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Sholihin Nur
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search