TIMES Indonesia
Building - Inspiring - Positive Thinking
Pendidikan

Rektor Unitomo Berikan Beasiswa S2 kepada Gunadi Putra, Mahasiswa Autis Berprestasi 

07/04/2019 - 21:47 | Views: 15.50k

TIMESJATIM, SURABAYA – Rektor Unitomo, Bachrul Amiq memberikan beasiswa S2 Fakultas Ilmu Komunikasi kepada Gunadi Putra, mahasiswa autis berprestasi yang baru saja meraih predikat Cum Laude dalam wisuda sarjana S1 Fakultas Sastra Inggris, Minggu (7/4/2019).

Bachrul Amiq turut memberi semangat kepada Gunadi atas prestasi yang ia raih tersebut. Gunadi Putra, mahasiswa autis sarjana S1 Sastra Inggris meraih predikat Cum Laude dengan IPK 3,74. 

“Mungkin dia berbeda dengan kita karena dia memang berkebutuhan khusus secara fisik, tapi secara intellegency dia mungkin di atas kita, sekali lagi pelajarannya adalah don’t judge the book from the cover,” kata Bachrul Amiq.

Unitomo turut bangga telah mengawal Gunadi Putra hingga meraih gelar sarjana. Sementara dulu ia sering ditolak saat masuk di perguruan tinggi yang lain.

“Hari ini saya ingin buktikan kepada kalian semua, bahwa Gunadi adalah anak yang cerdas,” ungkap Bachrul Amiq mengapresiasi.

Sementara, Tjindra Halim, sang bunda tak kuasa menahan haru sepanjang prosesi wisuda. Raut wajah berbinar seolah mengungkapkan kebahagiaan tak terhingga. 

Perjuangan Tjindra terbayar sudah, putra yang ia besarkan dengan kasih sayang dan kesabaran itu membawa pulang hasil membanggakan. Gunadi berdiri di antara 553 wisudawan Unitomo di Dyandra Convention Center Surabaya.

“Saya sangat bangga terhadap keberhasilan Gun-gun,” cerita Tjindra, sembari menyebut panggilan akrab putranya.

Dengan rendah hati, Tjindra mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak civitas akademik Kampus Unitomo yang telah memberi kesempatan putranya meraih masa depan.

“Semua bukan karena saya, tapi semata-mata atas dukungan semua pihak terutama universitas yang telah memberi kesempatan pada Gun-gun, dosen dan teman-teman yang sangat mendukung,” kisahnya.

Sejak usia 2 tahun, Gunadi Putra didiagnosis gangguan neurobehavioral (syaraf dan perilaku) yang mengarah pada autisme. Menyebabkan sulit berkomunikasi maupun melakukan interaksi sosial dengan lingkungannya. 

Tjindra Halim saat itu berprofesi sebagai seorang guru. Lantas demi memberi perhatian ekstra kepada sang buah hati, ia rela keluar dari pekerjaannya untuk membimbing Gunadi Putra.

Atas anjuran dokter, Gun-gun mulai menjalani terapi yang dirancang bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan tujuan untuk menggali minat dan bakat apa yang bisa diasah serta dilatih agar memberi manfaat bagi hidupnya kelak.

“Kami sebagai orang tua sangat mendorong, waktu kecil saya lihat Gun-gun menyukai komputer dan Bahasa Inggris,” cerita Tjandra Halim didampingi sang suami.

Dalam proses wawancara singkat ini, tanpa sadar saking bahagia dan gugup, Tjandra Halim meremas tangan suaminya seolah memberi energi yang sama, semangat sekaligus inspirasi.

Tjindra melanjutkan ceritanya. Gunadi juga memperoleh pendidikan di sekolah umum guna memperluas pergaulannya. Setelah tamat SMA, Gun-gun ingin melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

“Agar ia tidak cuma bergaul dengan penyandang autis saja, kebetulan ia juga ingin kuliah seperti kakaknya. Saya lantas menyarankan dia untuk memilih Prodi Bahasa Inggris agar ia tidak makin tenggelam dengan komputer sehingga makin jarang bersosialisasi,” sambungnya.

Selama kuliah di Unitomo, tanpa lelah Tjindra mengantar kuliah putranya dan mengajar saat di rumah. Tjindra Halim terus mendampingi Gun-gun baik di dalam maupun di luar kelas. 

“Saya diberi ijin bapak dan ibu dosen, mereka tidak keberatan. Begitu juga dengan teman-temannya. Mereka semua baik, tidak ada satupun yang memandang sebelah mata dan terlebih Gun-gun mengikuti perkuliahan dengan baik,” demikian kata wanita berusia 55 tahun tersebut.

Usai wisuda, Gunadi Putra memiliki rencana besar untuk masa depannya. Ternyata ia ingin menjadi Guru Bahasa Inggris di Sekolah Dasar Bunga, sebuah sekolah bagi anak berkebutuhan khusus, sembari melanjutkan studi di S2 Fakultas Ilmu Komunikasi.

“Saya ingin menjadi seorang Guru Bahasa Inggris untuk anak SD karena tahap ini merupakan dasar di mana aku bisa mengajari mereka,” ucap Gun-gun yang terlihat gagah bersama toga pencapaiannya.

Gunadi Putra menambahkan, ia ingin melanjutkan studi di Fikom Unitomo untuk mengasah kemampuan berkomunikasi. “Karena aku kurang dalam berkomunikasi, jadi aku rasa itu perlu,” pungkasnya.

Gunadi Putra merupakan salah satu dari sekian banyak mahasiswa Unitomo yang berprestasi. Mahasiswa autis angkatan 2015 ini dinyatakan lulus setelah menyelesaikan skripsi berjudul ‘The Mastery of English Vocabulary on Food and Drink for The Fourth Grade of Elementary School.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Ahmad Rizki Mubarok
Copyright © 2019 TIMES Jatim
Top

search Search